a Piece of Peace of mind
Friday, January 23, 2009
Cerita masa lalu
ngomong2 tentang laskar pelangi, jadi ingat masa2 sma versi sendiri.
dahulu dari kelas 1-2 saya selalu rangking 1 di kelas.... bukan karena saya pintar. tapi karna emang ga ada yg pinter di kelas.
kemudian masuk kelas 3, rangking saya merosot sampai dengan rangking 3 ke 2.
ya, berlaku sistem rangking paralel pada saat kelas 3.
jadi yang selalu rangking 1 di kelas itu kalo ga Junianto Nugroho, atau Hanjar Prakasiwi, tapi si Juni selalu ga pernah turun dari rangking 1. tapi si hanjar ini kadang rangking 1,2 atau 3, saya lupa kapan dia rangking 1,2 atau 3, urutannya gimana (sistem 3 catur wulan).
nah di rangking 2 ini ada yang namanya Ifadah.... si Ifadah ini berasal dari keluarga kurang/sangat tidak mampu, jago dalam matematika dan fisika. tapi sayang, ga pernah punya buku, dan kalo ke sekolah pakaiannya selalu lusuh.
nah baru bercokol di rangking 3 abadi, gw sendiri, dan si Danti.
dan sampai pada saat mendaftar kuliah, Juni, Hanjar,Ifadah, gw dan Danti pun mendaftar kuliah.
si Juni mendaftar Teknik Elektro UGM
si Hanjar pun begitu , Teknik Elektro UGM dan pilihan kedua Teknik Elektro Undip. saya ingat betul saat wali kelas agak menyayangkan si Hanjar cuman milih UGM, ditanya sama wali kelas, ''kenapa ga milih ITB??'' , jawabannya, karena kasihan sama orang tua,biaya besar dan jauh dari keluarga dibandingkan jika berkuliah di Yogya.
si Ifadah hanya mendaftar Unsoed, bentar2, saya ga tau persis ini anak, dia ikutan UMPTN atau cuman PMDK yah, intinya daftar Unsoed, Universitas kecil kelas C di daerah asal gw, Purwokerto. si Ifadah ini pendiam, jarang ditanya2 sama wali kelas.
si gw, dasar orang gila, ga mikir2, daftarnya pilihan pertama Teknik Kimia ITB, pilihan kedua Teknik Geofisika ITB dan pilihan ketiga Hubungan Internasional UGM
si Danti, gw ga tau jelas, kayanya dia daftar FK UGM, dan FK Trisakti
si Juni dan Hanjar keterima di Elektro UGM, tapi entah angin darimana, si Juni memutuskan Elektronya ga diambil, dan lebih memilih masuk Sekolah Pelayaran Nasional, yang mirip dengan STPDN baik dalam disiplin maupun kekerasan di dalam ospek. gw yakin 101%, dia sepertinya jadi murid tercerdas di SPN Jakarta.
dia sepertinya terinspirasi oleh tetangganya yang sering bercerita tentang nikmatnya berkeliling dunia berlayar dan berlabuh di banyak pelabuhan di seluruh dunia, membawa berbagai pengalaman, dan barang2 unik. ya,,.. ingin terbang bersama khayalan berpetualang ke tempat2 yang hanya bisa di baca di koran atau di liaht di TV sebelumnya.
si Ifadah keterima di Unsoed jurusan Matematika. ya dia ga milih kuliah kemana2 lagi, ya pilihannya itu, Unsoed, murah meriah.
si Danti, berhubung dari keluarga dokter dan keluarga mampu, memilih untuk berkuliah di FK Trisakti....menjadi dokter syaraf??? begitu denger2 terakhir kali ngobrol sama dia, beberapa tahun yg lalu. lupa kapan. kayanya saat2 pertama masuk kuliah deh. sepertinya dia sangat menikmati kuliahnya di FK.
si Gw, keterima di pilihan kedua, Teknik Geofisika ITB. tapi berhubung satu dan laen hal, akhirnya memutuskan pindah jurusan ke Teknik Fisika ITB.
sebenernya semakin salah jurusan kalo dipikir2.
ingat betuull bahwa , saat sma, nilai matematika n fisika selalu 7.
nilai pelajaran yang bagus di raport tu Kimia dan Biologi, yang selalu langganan 9.
salah jurusan dari awal milih, seharusnya mendaftar kedokteran saat umptn dulu.
nah,... balik ke inti persoalan ...
sebenernya ada yang ingin diceritakan balik disini... ya, Ifadah.
kenapa dengan dia??
DIA ADALAH MURID TERCERDAS DI KELAS GW!!! menurut pandangan gw
jauh dibandingin Juni atau Hanjar.
catatan bukunya , sangat rapi, cepat nangkap inti persoalan jika diajak cerita atau dalam waktu pelajaran di kelas.
ga punya buku cetak, tapi selalu selesai duluan kalo ada pr. saya sering nyontek PR pagi2 kalo belum ngerjain (hehehe... emang jarang ngerjain PR)
selalu berangkat pagi di kelas.
sepertinya dia juga bekerja membantu orang tua saat pulang sekolah, itu prediksi gw. karena jika naik angkot pulang ke rumah, karena pulangnya sama, sering gw liat dia turun di pasar. kayanya bantuin ortunya jualan di pasar.
nilai Fisika dan Matematika selalu sering paling tinggi di kelas... tapi entah kenapa ko orang di kelas selalu menganggap Juni lah yang paling pintar??
apakah karena perbedaan gender, sehingga cewe yg satu ini selalu disepelekan?
sepertinya hal yang masuk akal adalah karena dia itu pendiam, dan suaranya pelan.
otaknya yang sangat cerdas, seharusnya bisa masuk dan berkuliah ke universitas yang lebih hebat lagi, seperti ITB :D. tapi dia tidak memilih itu, mungkin lagi2 alasan utamanya karena masalah ekonomis.
terakhir yang gw tau kabarnya, dia baru saja menikah. dan sekarang jadi pengajar di sebuah IAIN di Banyumas. sepertinya bakal jadi dosen terpintar di IAIN tersebut.
dahulu dari kelas 1-2 saya selalu rangking 1 di kelas.... bukan karena saya pintar. tapi karna emang ga ada yg pinter di kelas.
kemudian masuk kelas 3, rangking saya merosot sampai dengan rangking 3 ke 2.
ya, berlaku sistem rangking paralel pada saat kelas 3.
jadi yang selalu rangking 1 di kelas itu kalo ga Junianto Nugroho, atau Hanjar Prakasiwi, tapi si Juni selalu ga pernah turun dari rangking 1. tapi si hanjar ini kadang rangking 1,2 atau 3, saya lupa kapan dia rangking 1,2 atau 3, urutannya gimana (sistem 3 catur wulan).
nah di rangking 2 ini ada yang namanya Ifadah.... si Ifadah ini berasal dari keluarga kurang/sangat tidak mampu, jago dalam matematika dan fisika. tapi sayang, ga pernah punya buku, dan kalo ke sekolah pakaiannya selalu lusuh.
nah baru bercokol di rangking 3 abadi, gw sendiri, dan si Danti.
dan sampai pada saat mendaftar kuliah, Juni, Hanjar,Ifadah, gw dan Danti pun mendaftar kuliah.
si Juni mendaftar Teknik Elektro UGM
si Hanjar pun begitu , Teknik Elektro UGM dan pilihan kedua Teknik Elektro Undip. saya ingat betul saat wali kelas agak menyayangkan si Hanjar cuman milih UGM, ditanya sama wali kelas, ''kenapa ga milih ITB??'' , jawabannya, karena kasihan sama orang tua,biaya besar dan jauh dari keluarga dibandingkan jika berkuliah di Yogya.
si Ifadah hanya mendaftar Unsoed, bentar2, saya ga tau persis ini anak, dia ikutan UMPTN atau cuman PMDK yah, intinya daftar Unsoed, Universitas kecil kelas C di daerah asal gw, Purwokerto. si Ifadah ini pendiam, jarang ditanya2 sama wali kelas.
si gw, dasar orang gila, ga mikir2, daftarnya pilihan pertama Teknik Kimia ITB, pilihan kedua Teknik Geofisika ITB dan pilihan ketiga Hubungan Internasional UGM
si Danti, gw ga tau jelas, kayanya dia daftar FK UGM, dan FK Trisakti
si Juni dan Hanjar keterima di Elektro UGM, tapi entah angin darimana, si Juni memutuskan Elektronya ga diambil, dan lebih memilih masuk Sekolah Pelayaran Nasional, yang mirip dengan STPDN baik dalam disiplin maupun kekerasan di dalam ospek. gw yakin 101%, dia sepertinya jadi murid tercerdas di SPN Jakarta.
dia sepertinya terinspirasi oleh tetangganya yang sering bercerita tentang nikmatnya berkeliling dunia berlayar dan berlabuh di banyak pelabuhan di seluruh dunia, membawa berbagai pengalaman, dan barang2 unik. ya,,.. ingin terbang bersama khayalan berpetualang ke tempat2 yang hanya bisa di baca di koran atau di liaht di TV sebelumnya.
si Ifadah keterima di Unsoed jurusan Matematika. ya dia ga milih kuliah kemana2 lagi, ya pilihannya itu, Unsoed, murah meriah.
si Danti, berhubung dari keluarga dokter dan keluarga mampu, memilih untuk berkuliah di FK Trisakti....menjadi dokter syaraf??? begitu denger2 terakhir kali ngobrol sama dia, beberapa tahun yg lalu. lupa kapan. kayanya saat2 pertama masuk kuliah deh. sepertinya dia sangat menikmati kuliahnya di FK.
si Gw, keterima di pilihan kedua, Teknik Geofisika ITB. tapi berhubung satu dan laen hal, akhirnya memutuskan pindah jurusan ke Teknik Fisika ITB.
sebenernya semakin salah jurusan kalo dipikir2.
ingat betuull bahwa , saat sma, nilai matematika n fisika selalu 7.
nilai pelajaran yang bagus di raport tu Kimia dan Biologi, yang selalu langganan 9.
salah jurusan dari awal milih, seharusnya mendaftar kedokteran saat umptn dulu.
nah,... balik ke inti persoalan ...
sebenernya ada yang ingin diceritakan balik disini... ya, Ifadah.
kenapa dengan dia??
DIA ADALAH MURID TERCERDAS DI KELAS GW!!! menurut pandangan gw
jauh dibandingin Juni atau Hanjar.
catatan bukunya , sangat rapi, cepat nangkap inti persoalan jika diajak cerita atau dalam waktu pelajaran di kelas.
ga punya buku cetak, tapi selalu selesai duluan kalo ada pr. saya sering nyontek PR pagi2 kalo belum ngerjain (hehehe... emang jarang ngerjain PR)
selalu berangkat pagi di kelas.
sepertinya dia juga bekerja membantu orang tua saat pulang sekolah, itu prediksi gw. karena jika naik angkot pulang ke rumah, karena pulangnya sama, sering gw liat dia turun di pasar. kayanya bantuin ortunya jualan di pasar.
nilai Fisika dan Matematika selalu sering paling tinggi di kelas... tapi entah kenapa ko orang di kelas selalu menganggap Juni lah yang paling pintar??
apakah karena perbedaan gender, sehingga cewe yg satu ini selalu disepelekan?
sepertinya hal yang masuk akal adalah karena dia itu pendiam, dan suaranya pelan.
otaknya yang sangat cerdas, seharusnya bisa masuk dan berkuliah ke universitas yang lebih hebat lagi, seperti ITB :D. tapi dia tidak memilih itu, mungkin lagi2 alasan utamanya karena masalah ekonomis.
terakhir yang gw tau kabarnya, dia baru saja menikah. dan sekarang jadi pengajar di sebuah IAIN di Banyumas. sepertinya bakal jadi dosen terpintar di IAIN tersebut.
posted by nugroho adi at 5:50 PM

1 Comments:
hi nice memorabilia....
hanjar.net
Post a Comment
<< Home